Gedung De Majestic Bakal Jadi Destinasi Wisata Kota Bandung

SALAH satu gedung ikonik dan bersejarah Kota Bandung, yaitu Gedung De Majestic di Jalan Braga, kembali diambil alih oleh Perusahaan Daerah (PD) Jasa dan Kepatiwisataan (Jawi) Provinsi Jawa Barat. Rencananya, gedung tersebut akan menjadi salah satu destinasi wisata di Kota Bandung.

Gedung De Majestic sebelumnya merupakan Gedung Bioskop Concordia yang dibangun pada tahun 1925 oleh Prof. C. P. Wolff Schoemaker. Meski mencoba mengimbangi perkembangan zaman dan beberapakali berganti nama, namun Corcodia meredup setelah menjamurnya bioskop modern.

Gedung De Majestic pun menjadi tempat pertunjukan hingga sampai saat ini. Namun, selain sebagai saksi kejayaan hingga kemerdekaan, gedung tersebut juga telah mencetak sejarah tragedi dalam dunia seni pertunjukan musik.

Pada tanggal 9 Februari 2008, Gedung yang sempat dinamakan Asia Africa Culture Center (AACC), menggelar konser salah satu band underground bernama Beside. Namun, konser itu berakhir tragis dengan 11 nyawa menjadi korban karena membludaknya penonton di tempat yang berkapasitas hanya 500 orang tersebut.

Kini, PD Jawi telah berencana untuk menjadikan tempat tersebut sebagai salah satu pusat pertunjukan seni dan budaya. Direktur PD Jawi, Ade Didik Iskandar mengatakan Gedung Majestic akan menjadi destinasi wisata turis asing maupun lokal.

“‎Kami dengan para stakeholder terkait ingin menjadikan De Majestic ini sebagai destinasi wisata,”

kata Ade di Gedung De Majestic, Jalan Braga.

Sebagai heritage atau bangunan bersejarah, tidak ada perubahan interior di dalam Gedung De Majestic ‎ini. Setelah tidak berfungsi sebagai bioskop, gedung ini memang lebih banyak digunakan sebagai ruang pertunjukkan seni.

Didik mengatakan, ke depan, De Majestic akan menjadi tempat wisata untuk menampilkan seni budaya khususnya budaya sunda.

“‎Gedung ini akan dikembalikan sebagai pusat pertunjukan budaya. Visi gedung bersejarah dan bernilai tinggi ini ingin kembali menghadirkan pertunjukan budaya terutama budaya sunda,” jelas dia.

Dia berharap, gedung kebudayaan De Majestic ini bisa memberikan pengetahuan kepada wisatawan asing tentang kesenian budaya sunda. Untuk itu, PD Jasa dan Kepariwisataan Provinsi Jawa Barat kan membuat pertunjukan kesenian sunda secara rutin dua kali dalam satu minggu.

‎”Intinya visi ke depan De Majestic bisa menjadi ikon dan broadway-nya Braga. Sejarahnya dulu ini (Jalan Braga) memang broadwaynya Bandung,” ungkapnya.

Gedung yang pernah mengalami sejarah kelam di tahun 2008 ini diakui oleh Ade akan dibuat sebagai gedung komersil. Namun, pendapatan dari pertunjukkan ‎seni budaya sunda rutin di sini akan disubsidikan untuk kegiatan-kegiatan seni budaya di gedung tersebut yang sifatnya pendidikan.

“Tidak perlu malu untuk mengkomersilkan budaya dan pariwisata karena memang harus komersial. Di Bali bisa berhasil karena punya model bisnis‎nya. Di sini kita juga akan buat model bisnisnya,”

tutur dia.

Wartawan: Remy Suryadie

Editor: H. Dicky Aditya

 

sumber: http://www.galamedianews.com/bandung-raya/135992/gedung-de-majestic-bakal-jadi-destinasi-wisata-kota-bandung.html

Related Post